PSBB mengekspos prostitusi Gang Royal di bawah umur

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Praktik pelacuran yang melibatkan anak-anak ditemukan di Gang Royal, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dengan meluncurkan Kompas.com, polisi menemukan bahwa praktik prostitusi memperluas pembatasan sosial atau PSBB selama pelaksanaan prostitusi massal.

Baca: Apa kekebalan kawanan dan normal baru? Bagaimana pengaruhnya terhadap komunitas di masa depan?

“Di lima kafe ini, kami memiliki 51 orang. Dari 51 orang ini, dua adalah anak-anak di bawah umur. Wanita,” Kepala Kepolisian Jakarta Utara Budi Hedi Susanto ( Budhi Herdi Susianto) mengatakan pada hari Rabu. (17/5/2020).

Budi menambahkan, dari 51 orang, empat disebut tersangka.

Dua dari tersangka adalah penyewa dan pelacur. — “Tersangka ketiga” adalah orang yang berhubungan seks dengan anak di bawah umur. Kata Budi.

Tersangka keempat adalah seorang joki atau seseorang yang menyediakan pekerja seks (PSK) kepada pelanggan pria. Dia mengatakan: “Saat ini, kami sedang menuntut (orang-orang yang masuk dalam daftar) DPO (daftar pencarian). ). “Kami adalah pemilik kamar dan kafe,” kata Budhi .: Pemerintah provinsi tidak memiliki bulu. Jika Langga r PSBB, pejabat akan dihukum-awal tahun lalu, polisi menggerebek daerah tersebut untuk perdagangan anak di bawah umur. Dua orang yang mencurigakan dan sebuah kedai kopi yang diyakini sebagai tesebut ilegal keluar dari kekuasaan.

Artikel ini awalnya muncul di Kompas.com dengan judul: Kasus pelacuran anak ditemukan di Nort Gang Gang Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *