Polri telah menangani 55 kasus penggelapan Dana Sosial Covidos 19, dan inilah cara kerjanya

Menurut reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Polisi terus menemukan banyak kasus penggelapan dana kesejahteraan Covid-19 oleh pemerintah di beberapa daerah di Indonesia. – Ada 55 kasus penggelapan dana bantuan sosial Covid 19 yang ditangani oleh polisi. /2020).

Baca: Menteri Tito Karnavian melarang olahraga untuk melarang penggunaan larangan

Baca: Menteri Sosial percaya bahwa kesejahteraan dipromosikan secara ekonomi dan dihargai oleh pekerja mobil– –Avi mengatakan bahwa 55 kasus dana bantuan sosial ditangani oleh 12 petugas polisi kabupaten yang berlokasi di Indonesia. Sebagian besar ditangani oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara, yang melibatkan 31 kasus, sementara Kepolisian Kabupaten Riau menangani hingga 5 kasus. –Avi mengatakan bahwa para pelaku yang menyalahgunakan dana bantuan sosial mengungkapkan banyak motif. Modus operandi pertama adalah memotong dana dan mendistribusikan secara tidak merata. -Kedua, distribusi dana bantuan sosial sengaja dilakukan oleh aparat desa.Tujuannya adalah untuk mengikuti prinsip keadilan bagi mereka yang belum menerima bantuan sosial ketika penerima kesejahteraan telah mengetahui dan menyetujui. -Pengurangan dana “ketiga” digunakan untuk uang lelah. Kemudian, keempat, adalah mengurangi keseimbangan paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat, “jelasnya.

Pendekatan terakhir adalah sistemnya tidak transparan. Jumlah dana bantuan sosial didistribusikan dan diterima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *