Polri menangani 41 kasus penipuan virus korona

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Jumlah tersangka dan kasus yang disebarkan oleh scam Virus Corona yang dirawat oleh Kepolisian Nasional semakin meningkat. – Hingga hari ini Senin (23/3/2020), Kepolisian Nasional telah menangani penyebaran kerusuhan koroner di 41 kepolisian daerah. “Kami melakukan patroli jaringan 24 jam sehari. Polisi distrik memiliki 41 kasus prank virus coronal yang sedang kami tangani,” Muhammad Iqbal, kepala Departemen Hubungan Masyarakat Mabes Polri dan Inspektur Jenderal Mabes Bareskrim. — Membaca: Singapura melaporkan 23 kasus baru COVID-19 dan 18 kasus impor-Iqbal meminta publik untuk tidak secara langsung menelan semua informasi tentang virus corona yang diterima di jejaring sosial. Sebarkan informasi secara luas tanpa memfilter dan menemukan kebenaran terlebih dahulu.

“Kami menggunakan berbagai departemen dari Kepolisian Nasional untuk mendidik masyarakat. Pengguna internet saya telah meminta untuk tidak menelan informasi primitif dan tidak jelas. Terutama pada masalah yang berkaitan dengan mahkota.” Tubuh dengan jiwa, ” Jenderal dua bintang itu menambahkan .—————————————————————————————————— – Akhir pekan lalu, Sabtu (22 Maret 2020), Siber Bareskrim dan kepolisian kabupaten Nusa Tenggara Barat kembali menangkap para penulis dari dua penipuan tersebut. Terjadinya penipuan ini mengganggu warga.

Yang pertama adalah Seorang ibu rumah tangga ditangkap di daerah Kalibata di timur Jakarta, dan seorang lagi ditangkap di Lombok, NTB pusat.

Baca: Aliansi Masyarakat Sipil menyerukan kepada pemerintah untuk menetapkan prioritas untuk deteksi cepat korona

Agen menyita ponsel dan kartu SIM tertentu yang digunakan untuk melakukan operasi dari dua lokasi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *