Wisatawan diperingatkan bahwa polisi akan menambahkan perubahan keamanan di perbatasan Jadetabek sebelum Idul Fitri

Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim (TRIBUNNEWS.COM), laporan dari Polisi Jakarta-Metro Jaya telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan berada di Jakarta, Depok, Tan sebelum Idul Fitri 1441 H Peningkatan personel di titik persimpangan Gland dan Bekasi. — Manajer Transportasi Daerah Metro Jaya, Komisaris Polisi Sambodo Purnomo Yogo mengatakan kantornya berencana untuk menambah jumlah kendaraan untuk memaksa orang pergi ke Lebaran untuk liburan. Tingkatkan jumlah staf untuk memprediksi keberadaan pelancong yang telah melarikan diri.

“Semakin dekat liburan Idul Fitri, semakin banyak pelancong, tentu saja, kita akan waspada sampai” fasilitas akan semakin ketat, “kata Sambodore, Jumat (5/5) 15/2020) Beri tahu reporter.-Dia mengatakan bahwa jumlah orang yang bekerja sebelum Idul Fitri akan berlipat ganda. Kemudian, para anggota akan dipanggil 24 jam sehari.-Membaca: Presiden menerima laporan IHPS 2019 dari BPK-Reading: TVRI Housing Learning Calendar Jumat, 15 Mei 2020: Belajar mendengarkan dan percaya pada pesona membaca eceng gondok: Ramalan zodiak pada hari Jumat, 15 Mei 2020, komitmen untuk memerangi kanker, Scorpio dikelilingi oleh keberuntungan

“anggota mudah Menjadi ganda terluka oleh kami, artinya, ada sekitar 40 orang, dan itu terdiri dari beberapa perubahan, dan kami akan berubah nanti. Dia menyimpulkan, “Ini akan meningkatkan keamanan di sana.”

Laporan sebelumnya, polisi mengizinkan warga Jakarta, Depok, Bekasi dan Tangerang untuk bersahabat satu sama lain ketika merayakan liburan Idul Fitri pada tahun 2020.

— Kepala operasi Korlantas Polri, kepala Departemen Kepolisian Benjamin, mengungkapkan bahwa menurutnya, selama Idul Fitri, penduduk masih diizinkan untuk melakukan kegiatan di Aula Lama di Jadtabek . – “Tidak ada aturan. Jika memungkinkan, tidak ada masalah (reuni keluarga di daerah Jadetabek, Rouge),” kata Benjamin kepada tim media pada hari Kamis. (14/5/2020) .

Namun, dia meminta publik untuk terus mengikuti aturan PSBB pada jarak fisik yang berlaku. Ini untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Pulanglah di lingkungan PSBB. Misalnya, Jabodetabek berarti mengikuti aturan PSBB. Masalah sanksi diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *