Bbenk, begitu Coolie sekarang mengangkut barang, bisnisnya mencapai ratusan miliar dolar

TRIBUNNEWS.COM-Hidup seperti roda yang berputar. Tidak selalu di bawah. Melalui kerja keras dan upaya, seseorang dapat meningkatkan standar hidupnya sendiri.

Bbenk ​​adalah contoh nyata. Dia dulunya adalah perusahaan angkutan.

Sekarang, karena usahanya, dia telah berhasil mendapatkan miliaran rupee setiap bulan.

Bbenk ​​berhasil terus bekerja di telepon seluler atau bisnis telepon seluler. -Ya, dia sekarang memiliki dua toko ponsel besar di Condet, yang berlokasi di Jakarta dan Dipatti Ukur Bandung.

Baca: Ini adalah bisnis yang diprakarsai oleh Dimas Drajad

“Asal saya adalah kuli di masyarakat untuk waktu yang lama. Jadi kuli telah mengangkat pakaian untuk pakaian selama sekitar tiga tahun,” kata Bbenk ​​pada hari Sabtu (13/2020). Sebagai kuli, Bbenk ​​malu dipersatukan kembali dengan teman-teman sekelasnya. Tentu saja, banyak dari teman-temannya yang sukses adalah .

Baca: Dr. Reisa Broto Asmoro, pangeran yang mengenal sosok suaminya, adalah orang yang memiliki bisnis di berbagai bidang. Kegiatan konferensi telah menjadi pendorong bagi Bbenk ​​untuk berdiri. Dia memilih untuk meninggalkan pekerjaan lamanya. -Bubenk punya sedikit uang untuk usaha. Pada awalnya, saya menjual kartu keberangkatan.

“Saya juga bosan. Bagaimana kehidupan? Saya juga ingin memiliki mobil dan rumah. Puncaknya ada di sebuah pesta. Teman-teman menjadi semua orang.” Itu membuat saya berubah, “kata Bbenk. — –Luck ada di sisi Bbenk. Bisnis terus berkembang. Hingga akhirnya Anda memiliki toko ponsel. —Jadi, apa kunci keberhasilan Benben yang mengubah hidup?

“Pertama, jika mungkin, kita harus Berusahalah sedapat mungkin rajin beramal. Kedua, doa orang tua, terutama para ibu, “kata Ben Baker.

” Rencana selanjutnya adalah memperluas bisnis dan membuka banyak cabang. Saya harap setiap cabang menyediakan restoran untuk mereka yang tidak mampu membelinya secara gratis, jadi mereka hanya membayar apa yang mereka bisa. Jika tidak, tidak diperlukan pembayaran. Saya juga ingin membangun masjid sendiri. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *