Polisi nasional melapor ke polisi atas tuduhan pelecehan terhadap anak-anak mereka

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia membenarkan bahwa Kombos Rahmat Widodo melapor ke polisi atas tuduhan penyalahgunaan oleh putranya sendiri.

Dalam hal ini, Rachmat juga melapor kepada putranya.

Petugas hubungan masyarakat Polri, inspektur jenderal polisi Argo Yuwono membenarkan bahwa perwira menengah Polri dan putranya telah melapor ke polisi. Kantor Polisi

Argo mengatakan di Jakarta pada hari Minggu (26 Juni 2020): “Laporan tentang kekerasan dalam rumah tangga atau penganiayaan domestik akhirnya ditarik. Melapor ke Kantor Polisi Jakarta Utara.” Membaca: Sekolah memantau kelas-kelas Padang untuk menjaga siswa dan Pelecehan oleh ibu kandung – Pelecehan terjadi Jumat lalu (24 Juli 2020).

Argo mengatakan bahwa pada saat ini, Tuan Kombes Rachmat dari putranya Aurellia Renatha mencegah ayahnya menyeret keponakannya. Menggigit tangan Kombes Rachmat untuk melepaskan hambatan ayahnya.

“RW menyeret keponakannya. Kemudian putranya melihat dan membela keponakannya sehingga ayahnya tidak akan digigit dan diseret ke titik berusaha menggigitnya. Dirilis,” jelasnya.

Komisaris Rachmat tidak pergi dari keponakannya, tetapi menepuk wajahnya.

Hari berikutnya, Aurelia dan ibunya melaporkan insiden kekerasan kepada polisi.

Sebaliknya, kata Argo, Kombes Rachmat juga melaporkan kejadian itu ke polisi karena dia tidak setuju digigit putranya.

“Setelah digigit ayahnya, dia langsung menampar anaknya. Keesokan harinya, Sabtu, ibu dan anak itu melapor ke kepolisian kabupaten Kelapa Gading.

Lalu ayah (Kombes Rachmat, red) melaporkan. Dia Kesimpulannya: “Saya tiba di kantor polisi di Jakarta utara. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *