Imam Tarawih, yang terletak di depan masjid Corona Tambora, 28 penduduk menjadi ODP dan harus tinggal di daerah karantina

TRIBUNNEWS.COM-Tidak kurang dari 28 penduduk Tambora di Jakarta barat, setelah kontak langsung dengan Imam Tarawih, menemukan orang tersebut dalam pengawasan (ODP), Imam ยท Talavi positif untuk coronavirus. Jumat lalu (5 Mei 2020), ia juga dipanggil pengawas RT.

Di lingkungan Tambora, Bambang Sutama mengumumkan bahwa seorang warga yang mulai dengan O telah diuji sebagai korona positif setelah melakukan tes sampel dengan anaknya. Kemudian orang tuanya menjalani tes usap Jumat lalu. Hasilnya positif untuk Covid-19, “kata Bambang,” dikutip YouTube Kompas TV, Kamis (14/5/2020).

Baca: Rumor menyebar di Jungkook BTS selama pandemi korona, dan ternyata peristiwa nyata terjadi

Baca: Jokowi meminta semua pihak untuk khawatir melebihi keadaan darurat korona

— –Baca: Nadiem Makarim: Pandemi korona menyadari bahwa Bambang berkata: “Sulit bagi orang tua untuk menjadi guru hari itu.” “Malam itu mengambil Talawi lagi.”

Saat ini, di TNI dan Polri Dengan bantuan, O dibawa ke Rumah Sakit Tarakan di Jakarta. -Pasien tidak dapat dibawa ke rumah sakit

Bambang Sutama mengatakan, dikutip di TribunJakarta.com, O selalu bersikeras bahwa dia tidak ingin dia dibawa ke rumah sakit.

Sebenarnya, O masih tidak percaya bahwa dia belum terpengaruh oleh Covid-19 karena dia tidak memiliki gejala.

“Jumat dinyatakan positif dan Sabtu adalah kepala desa. Dia menggunakan tiga pilar untuk membujuk warga agar dikirim kembali ke rumah atlet atau rumah sakit yang dia tolak.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *