Penjual bunga tabur di makam Menteng Pulo memanfaatkan jamaah yang ramai

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Ziarah telah menjadi tradisi atau kebiasaan bagi sebagian orang untuk merayakan Idul Fitri.

Cara menyaksikan Tribunnews.com, Minggu, (24/5/2020) di Pemakaman Pahlawan Kalibata (TMP) di Jakarta Timur dan Pemakaman Menteng Pulo di Jakarta Selatan.

Baca: Situs Web Pekerja Demak Harian yang Tidak Dapat Dikembalikan Dapatkan Bantuan PDBN

Sebagian orang mengenakan pakaian Idul Fitri khusus untuk ziarah Menteng Pulo (Makam Menteng Pulo). -Beberapa orang juga menggunakannya untuk mendapatkan penghasilan, seperti menjual bunga.

Ada beberapa meja dan tenda di depan makam Mentemplow yang menjual bunga dan pemasok air mawar. -Salah satunya adalah Novi, penjual bunga Taber di makam Menopoulo.-Pada hari pertama, ia mengaku senang untuk Idul Fitri ini, karena banyak peziarah datang hari ini.

Bahkan pada jam 2 siang, menurut WIB yang dilihat oleh Tribunnews.com, masih ada banyak peziarah yang datang untuk berdoa di dekat makam.

Baca: petugas humas kepolisian Bengkulu untuk virus korona

“Kerumunan dimulai pagi ini setelah sholat Idul Fitri,” kata Novi, yang juga menjual air mawar dan karangan bunga melati. Menurutnya, pendapatan Novi sudah termasuk dalam kategori yang layak.

“Kerumunan orang penuh sesak dan pemasukannya bagus, tapi dia belum tahu berapa jumlahnya,” katanya kepada Tribunnews.com.

Meskipun dia sangat sibuk, dia mengatakan dia terus membeli barang-barang peziarah dengan harga terjangkau.

Mengenai harga sebotol air mawar, dia memperbaikinya dengan harga 10.000 rupee dengan plastik transparan kecil dan memperbaiki bunga-bunga lain seharga 5.000 rupee.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *