Tidak lagi dibebaskan, 13 tahanan ditangkap lagi

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kepolisian Nasional memperoleh 13 tahanan dari program asimilasi dan integrasi yang diprakarsai oleh Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.

Mereka aman karena mereka mulai melakukan kejahatan segera setelah pembebasan mereka. – Diharapkan bahwa ketidakamanan sosial akan terjadi selama pelaksanaan langkah-langkah pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Mendesak warga untuk memakai topeng dan menjaga jarak aman setidaknya satu meter. – “Kami telah melakukan beberapa kegiatan yang terjadi di Jakarta untuk mencegah hambatan keselamatan dan partisipasi masyarakat,” kata Direktur Utama Mohammad Ngajib, Dirsamapta Polda Metro Jaya, yang dihubungi pada Sabtu (18/4/2020). — Ketika memantau keamanan dan ketertiban umum, itu melibatkan patroli dialog reguler dan skala besar yang melibatkan beberapa elemen yang relevan seperti TNI dan Satpol PP.

Selain mengantisipasi gangguan keamanan dan masyarakat yang mapan, bertanggung jawab untuk menghentikan penyebaran penyakit coronavirus pada tahun 2019 (Covid-19) .— Mereka bertanggung jawab untuk mengawasi transportasi ke 33 pos pemeriksaan, termasuk 11 ke Jakarta Titik masuk .— Baca: “Peta Penemu Virus Corona”, ilmuwan pintar Juni Almeida, pengemudi bus yang meninggalkan sekolah – kegiatan pengawasan bersama yang dilakukan oleh petugas polisi bersama, termasuk di pasar yang masih aktif. Lusinan anggota Dit Samapta menyelenggarakan kegiatan stasiun pemantauan seluler COVID-19 di banyak pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *