Pemerintah Provinsi DKI: Bahkan tidak ada kekhasan, banyak orang meninggalkan rumah untuk “nongkrong”

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memulihkan sistem bilangan genap untuk kendaraan roda empat.

Tujuannya untuk mengurangi aktivitas non-kerja di masyarakat.

Syafrin Liputo, Manajer Agen Transportasi, DKI Jakarta, menjelaskan perlunya mempublikasikan ulang nomor genap karena itu adalah cara untuk membatasi mobilitas personel.

Jika strategi ini tidak diterapkan, kebalikannya akan terjadi.

Baca: Dikatakan bahwa kebijakan aneh sekalipun dapat secara efektif mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta sebanyak 40%

Dia mengatakan banyak karyawan yang tidak bekerja dari rumah, tetapi melakukan perjalanan bisnis untuk bertemu teman dan “pergi bersama”. “.

“Karena tidak ada batasan aktivitas, mereka bisa mengatur dengan teman. Siapa pun yang bekerja di rumah, dia akan keluar dan nongkrong selama pandemi,” kata Syafrin kepada wartawan, Selasa (4/8/2020). — Dia menunjukkan bahwa aturan paritas adalah bagian dari kemampuan kantor untuk mempekerjakan 50% karyawannya. Syafrin mengatakan: “Indikator ini terlihat jelas, mobilitas warga yang menggunakan mobil pribadi meningkat pesat.” Oleh karena itu, mengurangi kemacetan dan mencegah orang bepergian tidaklah penting.

“Saya harap model ini tidak menyebabkan keramaian, juga tidak akan membuat orang terus bergerak.” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *