Kompolnas menekankan ancaman dampak kriminal dari PHK selama wabah korona dan meminta polisi nasional untuk memaksimalkan penggunaan teknologi

Reporter Tribunnews.com Theresia Felisiani-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Gelombang PHK (PHK) akibat pandemi Corona melebihi 2 juta. –Saya khawatir ini dapat memengaruhi situasi keamanan.

Istana juga menekankan ancaman keamanan yang disebabkan oleh gelombang pemutusan hubungan kerja, dan peningkatan konflik dan kejahatan.

Polisi nasional juga mengkonfirmasi risiko tindakan kriminal yang dapat mengganggu ketertiban umum dan keamanan.

Karena alasan ini, kepala polisi nasional Poengky Indarti berpendapat bahwa karena dampak pandemi korona melalui telegram ST / 1238 /, arahan kepala polisi nasional Idham Azis adalah untuk meramalkan kemungkinan pelanggaran keamanan. IV / OPS.2 / 2020 bagus dan harus dilakukan oleh personel dari semua tingkatan.

Poengky mengatakan bahwa polisi nasional harus memprioritaskan tindakan pencegahan ketika melakukan tugas mereka. Patroli dan penggerebekan harus dilakukan.

Jika masih ada pelanggaran, polisi nasional dapat menegakkan hukum.

Pada Senin (27 Juni 2020), Poengky mengatakan dalam kontaknya dengan Tribunnews.com: “Polri juga harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kelompok swasta terkait CCTV agar bisa mengakses CCTV di seluruh wilayah. Punji juga meminta polisi nasional untuk menggunakan teknologi dan peralatan modern, termasuk drone untuk laporan udara. Poengky mengucapkan terima kasih kepada polisi atas berbagai tindakan yang telah membantu banyak orang terjangkit virus corona. Dana Polri dari rencana keselamatan membantu pengemudi dan personel inti yang terkena dampak untuk menerima pelatihan, dan menerima 600.000 rupiah per bulan. Sampai tiga bulan.

“Polri dan TNI banyak mendirikan dapur umum dan membagikan makanan kepada warga terdampak. Ini termasuk mendistribusikan sembako di daerah terpencil. Ini juga bisa meminimalisir angka kriminalitas,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *