Pengakuan bagi warga yang hadir di pesta pernikahan Polres Kembangan saat wabah korona

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kapolsek Kembangan Kompol Fachrul Sudiana sekarang menjadi pusat perhatian.

Setelah pernikahan selama pecahnya korona, dia dipindahkan dari jabatannya sebagai kepala polisi.

Polri memecat Fahrul karena dia dituduh melanggar perintah kepala polisi. – Seorang tamu yang menghadiri pernikahan, Miftahul Munir (30 tahun) mengakui bahwa pembersih tangan disiapkan di lokasi.

Dia mengatakan bahwa pesta pernikahan koki polisi Kembangan mengawasi atmosfer pada hari Sabtu (31/3/2020) karena juga mempromosikan Jarak fisik.

“Sebelum masuk ke ruang jamuan, saya perlu cek suhunya. Kemudian tambahkan surat undangan dengan kulit kayu ke undangan,” kata Munir saat dihubungi, Kamis (4 April 2020). -Membaca: Kapolres Kembangan menilai informasi pelanggaran nama Kapolri atas surat nikahnya saat merebaknya Corona, juga merekomendasikan penggunaan hand sanitizer bagi tamu yang diperbolehkan masuk ke Tanah Air.

Tidak hanya suhu diperiksa di sini, tetapi sekitar 10 meter kemudian, itu juga diperiksa oleh suhu wedding organizer (WO).

Hanya tamu dengan suhu di bawah 37 derajat Celcius yang diperbolehkan memasuki ruang perjamuan.

Setelah itu, undang tamu untuk menggunakan hand sanitizer lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *