Pemerintah provinsi DKI terus mengorganisir tank Sunter awal pada tahun 2021

Sebuah laporan dari reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Proyek struktural Waduk Sunter yang sedang berlangsung di Jakarta utara akan selesai paling lambat awal 2021. Tangki air saat hujan deras, tetapi juga dirancang sebagai area rekreasi bagi penghuninya.

Di sekitar lokasi, fasilitas umum akan dibangun, seperti landasan pacu, jalur pejalan kaki untuk penduduk, tempat-tempat yang dibangun oleh pedagang, dan kolam ikan lanskap.

Membaca: Agen Des menemukan mayat seorang wanita mengambang di Kali Sunter — -Pembaca: Santer Agung api, ada cerita tentang seorang anak Haru yang menolak menjadi ibu dari stroke Diselamatkan dengan bantuan — “” Pengaturan tahun depan akan lambat, tetapi tahun ini kami bekerja keras untuk menemukan sumber pendanaan lain, salah satunya adalah melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan. “Pada Senin (20/7/2020), Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI di Balai Kota DKI di Jakarta Pusat, mengatakan:

Riza menjelaskan bahwa pengembangan Waduk Sant adalah salah satunya. Gubernur Anies Baswedan menyatakan Instruksi rencana yang dijelaskan dalam Rencana Pembangunan (RPJMD).

Cadangan otonomi olahraga komunitas dan kegiatan sosial-ekonomi.

Partai dan politisi Gerindra juga memastikan bahwa setelah koordinasi dengan Komisi Olahraga Nasional Indonesia , Untuk mempertahankan sepeda motor air yang sudah ada sebelumnya (KONI). Dia mengatakan: “Sama seperti rencana RPJMD dan instruksi gubernur, akan ada pejalan kaki, area rekreasi, dan pengaturan UMKM, bukan tempat yang tidak menyenangkan. . -Juaini Yusuf, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta (SDA), mengatakan sejak 2019, pembangunan Waduk Sunter seluas 2.400 meter persegi sudah dimulai. Namun, pengerjaannya baru selesai 1.400 meter persegi dan mengalokasikan Rs 40 crore. – – Tata letak tahap pertama termasuk tangki pengerukan, revitalisasi kolam ikan, pembangunan trek balap, area bermain anak-anak, dan tempat-tempat luar ruangan.

Berdasarkan pengembangan berkelanjutan seluas 1.000 meter persegi, pada tahun 2020 dan paling lambat 2021 Nilai Rp 30 miliar akan direalisasikan pada tahun ini.-Pekerjaan lebih lanjut juga akan fokus pada struktur yang mendorong pemilihan lokasi UMKM. Alasan Juaini mengatakan bahwa kehadiran PKL sering menciptakan daerah kumuh, sehingga pengaturan harus dibuat. “” Rencana Proyek Anggaran CSR akan terus digunakan, ‚ÄĚkata Juaini.

“Kami sangat berharap bahwa dukungan dari Pemerintah Kota Jakarta Utara akan memungkinkan para pedagang untuk pindah. Dia menyimpulkan:” Kami akan mengembalikannya ke lokasi semula nanti. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *