Hina Habib Luthfi mengaku bersalah kepada pengemudi Ojol dalam laporan tentang manajemen korona di jejaring sosial

Reporter TribunJakarta.com Gerald Leonardo Agustino-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Selama epidemi korona atau co-19, ada banyak laporan kebencian di media sosial.

Kemarin, polisi kereta bawah tanah di utara Jakarta menangkap seorang tukang ojek yang singkatan daring terkait dengan kasus ujaran kebencian (20). Dewan Penasihat Presiden (Wantimpres) berdoa bersama tentang penggunaan penjaga jarak jauh dalam Pandemi Virus Corona (Covid-19).

Ketika dia melakukan pameran di Stasiun Metro Mapolres di Jakarta Utara, Mahkamah Agung mengakui tindakannya. Menurut Mahkamah Agung, unduhan itu berisi pidato kebenciannya, yang baru saja dia kirimkan sebagai pengingat.

“” Ya, penjelasan saya hanya untuk mengingatkan Anda, “Massachusetts, utara Maplos di Jakarta, mengatakan Kamis (2/4/2020).

Baca: Ojol Driver khawatir tentang kasus-kasus ujaran kebencian, Hina Wantimpres Habib Luthfi Via Medsos

Dia mengatakan dia ingin ingat bahwa pemerintah juga memanipulasi Covid-19 Ma Yun mengatakan bahwa virus korona adalah ujian Tuhan .

“Bahkan jika korona adalah ujian dari dewa kesalehan Ini juga bencana bagi mereka yang tidak berdoa atau menghukum, “kata Mahkamah Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *