Alasan 2: Pasien meninggal di rumah sakit darurat atlet Wisma Covid-19

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Covid-19 Rumah Sakit Darurat Kepala Biro Kesehatan Dansatgas, Brigadir Jenderal Agung Hermawanto mengungkapkan penyebab kematian dua pasien yang dirawat di rumah sakit darurat Covid-19, Minggu 29/3.

Argong mengatakan kedua pasien itu adalah seorang wanita berusia 72 tahun dan seorang pasien pria berusia 47 tahun.

Pasien mulai berobat pada Kamis (26/3) dan meninggal pada pukul 11:10 pada Minggu (29/3). Namun, penyebab kematiannya tidak dijelaskan.

“Seorang wanita (72 tahun) meninggal pada pukul 11:10 pada hari WIB. Dia memasuki rumah sakit darurat Covid-19 pada pukul 20:23 pada hari Selasa Kamis (26/3). Tim medis melakukan berbagai upaya, Namun Agung-nya menerima pernyataan tertulis dari Tribunnews.com, Senin (30/3/2020) bahwa hidup tidak akan membantu.

Baca: Belajar dari Arab Saudi cara merawat korona, 1.000 lebih banyak kematian daripada 8 orang –Membaca: Blokade India menempatkan sangat sedikit orang dalam kesulitan sementara itu, kata Agung, pasien pria ini meninggal pada pukul 14.34 di WIB pada hari Minggu (29/3). Covid-19 Emergency Hospital-We Diketahui bahwa pasien memasuki rumah sakit darurat Covid-19 pada pukul 10:55 pada hari Minggu (29/3) WIB – penyebab kematian Agong yang berusia 47 tahun itu mengatakan bahwa pasien itu terkait dengan masalah jantung. ”Agong mengatakan meskipun ada tim medis. Resusitasi kardio paru sedang berlangsung, tetapi penyebab kematiannya adalah henti jantung (cardiac arrest). “Kedua mayat dikeluarkan dari Covid-Minggu (29 Maret 2020) akan ada 19 rumah sakit untuk atlet darurat dimakamkan di sana. Oleh karena itu, Argonne tidak menjelaskan status kedua almarhum, yaitu positif untuk virus korona. Pasien, pasien yang dipantau atau orang yang dipantau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *