Kesaksian Siggit di pengadilan: 2 Eksekutor membunuh ayah dan anak-anaknya dan tidak membakar jenazahnya

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Pada Kamis (20 Februari, 2020), seorang saksi bernama Sigit dibawa ke pengadilan untuk merencanakan pembunuhan terhadap Pupung Sadili dan anak-anaknya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Pengadilan Negeri Jakarta Selatan).

Terdakwa dalam gugatan ini adalah dua eksekutor bernama Kusmawanto, alias Agus, bernama Muhammad Nursahid, bernama Sugeng.

Augia Kesuma (Aulia Kesuma) merekrut dua eksekutif Agus (Agus) dan Sugen (Sugeng).

Salah satunya adalah bahwa mayat Pu Pong dan Dana akan dibakar hingga mati di rumah Lebak Bulus di Cilandak dekat Seradan, Jakarta.

Tetapi saksi mengatakan bahwa Argus dan Su Geng tidak membakar tubuh korban.

“Mengapa dia tidak terbakar?” Saksi Higit berkata, bertanya kepada dua terdakwa tentang pengacara.

Dilaporkan sebelumnya bahwa Aulia Kesuma adalah pembunuhan suaminya Edi Candra Purnama atau Pupung Sadili dan Perencana pembunuhan anak tiri Adi Pradana (alias Di alias Dana). Dua pembunuh itu membunuh nyawa suaminya dan Dana. Pembunuhan itu terjadi pada 23 Agustus 2019 di kediaman Pupung di Jalan Lebak Bulus 1 di Chilandak, Jakarta selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *