Inilah sebabnya mengapa pemerintah provinsi DKI ingin menghentikan pengoperasian bus AKAP.

Reporter TribunJakarta.com Dionisius Arya Bima Suci

Berita laporan dari Jakarta-DKI NEWB.NEWS.COM Biro Transportasi Provinsi Jakarta menjelaskan mengapa sejauh ini tidak dapat menghentikan layanan bus kota antar provinsi (AKAP) di terminal . Syafrin Liputo, kepala departemen transportasi DKI di Jakarta, mengatakan partainya masih menunggu pemerintah pusat untuk membuat keputusan tentang masalah ini.

Alasannya adalah bahwa sampai sekarang, pemerintah pusat terus mempelajari dampak ekonominya melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Teman-teman Kementerian Transportasi sedang melakukan (riset dampak ekonomi), kami sedang menunggu penelitian. DKI memperhatikan apa yang sedang dipelajari,” katanya, Selasa (31 Maret 2020).

Baca: 7 provinsi dan 41 wilayah di Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa mereka siap untuk bencana Covid-19

Syafrin menjelaskan bahwa pemerintah provinsi Kiev dan pemerintah pusat sebenarnya telah memutuskan pada hari Minggu (2020) 29 Maret) Hentikan bus. -Saat ini, Pemerintah Pusat, melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hundat) dan Otoritas Transportasi Jakarta (BPTJ), sepakat untuk menghentikan operasi bus ke dan dari Jakarta untuk mencegah penyebaran virus corona di daerah tersebut. Dia mengatakan, “ditunda.”

Namun, Anies Baswedan, Gubernur Republik Demokratik Denmark, berharap untuk mengumumkan penelitian dengan cepat sehingga kebijakan tersebut dapat diterapkan segera.

Karena DKI di Jakarta saat ini berada di area merah dari virus korona, kasus dan kematian paling positif adalah di Indonesia. – “Harus dipahami bahwa Jakarta telah menjadi pusat epidemi Covid-19. Orang sehat yang telah meninggalkan Jakarta mungkin telah terpapar,” kata Syafrin.

“Jakarta sudah menjadi daerah merah. Nah, inilah yang kita tunggu (untuk mencegah warga Jakarta pergi ke daerah). Namun, tidak masalah (penundaan), kita akan menunggu”, pungkasnya.

Artikel ini telah dipublikasikan di Tribunjakarta.com dengan judul “Enter Corona Red Zone”. Operasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *