KRL terus beroperasi, juru bicara Kementerian Transportasi: Kami tidak tahu nama penghentian total

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan bahwa meskipun ada stasiun parkir yang diusulkan, ia tidak akan berhenti mengoperasikan kereta api listrik (KRL). Banyak situs.

Saya khawatir ini akan meningkatkan penyebaran virus Corona potensial ke masyarakat umum, terutama pengguna KRL.

• Mengenai rencana penutupan KRL, Gubernur Negara Banten mengusulkan untuk mengambil langkah-langkah ekstrem: hari kompak dari Jakarta tidak ada kegiatan selama 14 hari

Oleh karena itu, beberapa pemimpin daerah mengusulkan agar KRL berhenti beroperasi selama periode PSBB.

Namun, Kementerian Transportasi menolak beberapa saran ini dan akan terus menyediakan layanan KRL karena berbagai alasan.

Adita Irawati, juru bicara Kementerian Perhubungan, menyerahkan keputusan tersebut, yang menurutnya didasarkan pada peraturan Menteri Kesehatan dan Transportasi. / 2020), Adita mengatakan bahwa tidak ada aturan untuk menghentikan operasi KRL, hanya aturan yang membatasi itu.

Ini ditunjukkan dalam kebijakan pengendalian transportasi selama pandemi, yang diatur oleh peraturan Menteri Kesehatan No. 9 tahun 2020 tentang Petunjuk PSBB.

Pembatasan ini juga ada dalam Peraturan No. Indonesia Menteri Perhubungan Republik pada tanggal 18 Agustus 2020 tentang pengendalian transportasi dalam konteks pencegahan penyakit virus korona (Covid-19).

“Kedua peraturan ini memiliki semangat yang sama, yaitu, kontrol jenis transportasi ini dilakukan melalui pembatasan, di area PSBB seperti Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), dll. Ini batasannya, ”Adita menjelaskan.

Baca lebih detail >>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *