Polisi menanyakan kepada dua saksi dan tiga wartawan tentang pembakaran bendera PDIP

Laporan Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim-Jakarta Tribunnews.com-Saat menolak UU Ideologi Pancasila, Polda Metro Jaya masih mengecek Kebijakan Saksi (RUU HIP) bahwa bendera PDI Perjuangan (PDIP) dibakar. Dalam kasus ini, sebanyak lima orang diperiksa sebagai saksi.

Kombes Pol Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengatakan dua per lima polisi yang diperiksa adalah saksi ahli. Spanduk PDIP, LP memasuki tanggal 26 kemarin. Hasil penyidikan ada lima klarifikasi, termasuk dua orang saksi ahli, “kata Yusri kepada wartawan, Selasa (30/6/2020). Polisi sudah memeriksa tiga orang lainnya. Ketiganya adalah wartawan PDIP .

Baca: Menanggapi Kebakaran Bendera PDIP, Ketum Pagar Nusa: Jangan Pimpin Konflik dari Timor Tengah ke Indonesia-Bacaan: Soal Kebakaran Bendera PDI, Pori: Polisi Akan Lakukan Investigasi Lengkap. Profesional-Bacaan: 6 DPC PDIP melapor ke polisi tandanya bendera partai dibakar- “Tiga lainnya pelapor itu sendiri”, terangnya. Polisi masih mencari saksi dan memberikan bukti untuk mengetahui apakah kasus tersebut melibatkan tindak pidana. – Pungkasnya : “Polisi masih menyelidiki kasus ini. – Seperti diberitakan sebelumnya, PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi melaporkan pembakaran benderanya saat operasi. Ditolak pada Jumat (26/6/2020) di Polda Metro Jaya, menolak menerima Undang-Undang Kepemimpinan Ideologi Pancasila (HIP).

Laporan polisi terdaftar sebagai LP / 3.656 / 6 / VI / YAN .2.5 / 2020 / SPKT PMJ ada di tangan pelapor Ronny Berty Talapessy. Sekretaris DPD PDIP Gembong Warsono datang langsung ke Polda Metro Jaya selaku perwakilan PDIP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *