PLN menjelaskan, warga mengeluhkan inflasi tagihan listrik yang tidak tepat

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PLN tidak menerima gagasan pengurangan tagihan listrik untuk membantu warga selama pandemi virus Corona (Covid-19), malah mendapat keluhan bahwa tagihan listrik tidak dinaikkan berdasarkan pemakaian.

Bagian distribusi utama PLN Jakarta Raya mengatakan bahwa mereka menerima sekitar 2.900 keluhan pelanggan selama periode pembatasan sosial skala besar (PSBB). Di kawasan Thamrin-pengaduan tersebut terkait dengan tagihan listrik yang diyakini pelanggan tidak sesuai dengan konsumsi listriknya sendiri.

Ikhsan Asaad, General Manager PLN UID Jakarta Raya, mengakui banyak tagihan listrik yang salah atau salah berdasarkan pemakaian. (Pengaduan), 94% angkanya (tagihan) berdasarkan pemakaian, dan 6% memang perlu diperbaiki, “kata Ikhsan dalam conference call, Rabu (5/6/2020). Ikhsan mencontohkan di Cengkareng, Jakarta Contoh keluhan pelanggan dari Barat. – Kalaupun rumahnya tidak ditempati, pelanggan harus membayar tagihan sebesar Rs 1 juta. Tiga bulan .

Karena PLN sudah menghentikan inspeksi sejak April 2020 Meteran listrik rumah akibat pandemi Covid-19.

“Ternyata rumahnya kosong, tapi lunas Rp 1 juta (tagihan) karena pendataan rata-rata tiga bulan,” ujarnya. Said.UID Jakarta Raya akan segera menyelesaikan keluhan lainnya dengan menghubungi pelanggan yang mengeluh.

“Jika kami tidak puas, kami akan pergi ke pelanggan,” katanya kepada Ikhsan.

Artikel ini dipublikasikan bersama Wartakotalive. Judul: Faktur terlalu tinggi, PLN mengakui ada faktur buruk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *