Untuk mencegah Covid-19, Anies akan membatasi jumlah wisatawan tradisional yang memasuki pasar

Reporter TribunJakart.com Dionisius Arya Bima Suci melaporkan-Jakarta-DKI TRIBUNNEWS.COM Pemerintah provinsi Jakarta akan mengganti mekanisme aneh di pasar tradisional dengan membatasi jumlah wisatawan.

“Jadi, kapasitas jumlah orang yang memasuki pasar tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas pasar, dan itu akan diperiksa oleh agen yang ditempatkan di pintu masuk pasar nanti,” kata Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, Rabu (7/1/2020) ).

Jam kerja WIB mulai pukul 6:00 pagi hingga 2:00 siang juga akan dikembalikan seperti biasa.

Adalah wajar bahwa Anies percaya bahwa mekanisme pedagang aneh yang diterapkan tidak valid. -Reading: 68 hasil tes usap pasar di Jakarta, 142 pedagang positif untuk Covid-19-Reading: Governor Anies: Tidak ada rencana untuk membuka sekolah-karena masih banyak pedagang yang penuh dengan Covid-19 kepercayaan.

Pasar tradisional tampaknya telah menjadi tempat baru di mana Covid-19 telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir.

Data terakhir dari PD Pasar Jaya, Men mengatakan bahwa 142 pedagang tradisional di pasar telah menyatakan paparan mereka terhadap Covid-19. Dia mengatakan: “Dalam catatan kami, 19 pasar ditutup dalam satu bulan (karena pedagang positif tentang Covid-19). Untuk tujuan ini, pemerintah provinsi DKI di Jakarta juga akan memperkuat perjanjian sanitasi di pasar tradisional. Pengawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *