Tanggapan Bus PO Sinar Jaya terhadap larangan balas orasi

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah berencana melarang mudik lebaran tahun ini untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Jika diterapkan, kebijakan ini akan berdampak pada operasional perusahaan bus. Direktur Utama Sinar Jaya Group Teddy Rusli (Teddy Rusli) menanggapi rencana tersebut dengan mengatakan perusahaan akan mematuhi semua keputusan pemerintah. Padahal periode pulang merupakan waktu tersibuk bagi perusahaan bus (PO).

“Prinsipnya kita ikuti perintah pemerintah karena WNI dan perusahaan menetap di Indonesia”, kata Teddy kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Baca: Pemerintah laksanakan PSBB, Ahli Epidemiologi: Bersiap Bangun Rumah Sakit Khusus COVID-19 di Indonesia

baca: 3 Fenomena Langit terjadi pada April 2020, di antaranya supermoon dan bisa meteor, save date

sebelumnya, pemerintah pusat kaji ” Kebijakan Lebaran 2020 “untuk piknik tunawisma. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal Luhut Pandjaitan mengatakan, kebijakan tersebut merupakan upaya memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19. Luhut mengatakan Sabtu (28 Maret 2020).

Jika darurat pandemi virus corona masih berlaku, kebijakan “gelandangan, tidak ada piknik Lebaran 2020” menjadi pilihan lain. Sejauh ini Sejauh ini, menurut keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), keadaan darurat berlaku hingga 29 Mei 2019, dan perkiraan waktu Idul Fitri adalah 23-24 Mei 2020. Pulang kampung dan air surut biasanya terjadi saat buka puasa. Seminggu sebelum dan sesudah festival, puasa Idul Fitri merepresentasikan pergerakan jutaan orang, terutama dari kota ke pedesaan, dan reuni keluarga dalam rangka silaturahim. — Persyaratan pengusaha angkutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *