Kabareskrim: Polri jaga keamanan DKI Jakarta selama PSBB

Laporan Reporter Tribunnews.com Theresia Felisiani

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kapolres DKI Jakarta dan jajarannya untuk memastikan keselamatan selama pelaksanaan pembatasan sosial skala besar (PSBB) Provinsi DKI Jakarta .

Selain itu Kapolri Idham Azis mengirimkan surat telegram perihal pengelolaan percepatan penyebaran virus corona, sehingga seluruh jajaran Polri harus serius melaksanakan telegram Kapolri. Ikuti petunjuk yang ada di surat telegram Kapolri, “kata Listyo (Jumat) dalam keterangannya, Jumat (10 April 2020).

Baca: PSBB Jakarta, Pembentukan Polda Metro Jaya 33 Sub-Pengawasan — Baca: Komnas HAM Tidak Minta Penuntutan Pidana PSBB — Seperti diketahui Kapolri mengeluarkan telegram percepatan penanganan virus corona, termasuk telegram ST / 1098 / IV / HUK.7.1 / 2020 Tentang Penanganan Potensi Tindak Pidana Dalam Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), No .: ST / 1099 / IV / HUK.7.1 / 2020, yang memuat ketentuan penanganan pelanggaran dalam penyediaan dan pendistribusian sembako: Transjakarta dalam PSBB di Jakarta , Aturan KRL, MRT dan LRT, jam operasional terbatas dan penumpang ketiga, telegraf nomor ST / 1101 / IV / HUK.7.1 / 20 20 tentang pengelolaan potensi kejahatan dimasa yang akan datang Pelaksanaan PSBB. Keempat Telegram ST / 1 102 / IV / HUK.7.1 / 2020, perihal perlakuan TKI yang baru datang dari negara terdampak virus Covid-19. Dia mencontohkan .

Listyo mengingatkan Metro Jaya) jajaran Kapolda dan pejabat pokok harus memaksimalkan komunikasi dan kolaborasi dalam forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan kelompok kerja percepatan penanganan virus corona di provinsi dan kota. Ia menambahkan: “Ini Itu tugas yang sehat, karena kerja kemanusiaan mungkin memakan waktu ”, imbuhnya. 2020, 7 April 2020.

Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengesahkan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 Pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) Provinsi DKI Jakarta.

PSBB di Ibukota Jakarta I dimulai pada hari Jumat, 10 April 2020. Dua minggu ke depan bahkan bisa diperluas untuk memahami situasi dan situasinya.Tujuannya adalah Putuskan rantai virus corona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *