Polisi mengatakan pemboman di Stasiun Pusat Jakarta tidak ada hubungannya dengan terorisme

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Polisi membenarkan bahwa sebuah ledakan terjadi di Jalan Yusuf Adiwinata di Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (7 Juli 2020) yang tidak terkait dengan aksi teroris. Novianto mengatakan bahwa konsekuensi dari ledakan itu tidak menimbulkan korban.

“Tidak (terkait dengan teroris). Kami melihat tidak ada dampak, tidak ada korban, hanya ban mobil. Untuk teroris, kami belum sampai pada kesimpulan dan perlu diperiksa dengan hati-hati lagi.” Mengatakan di tempat ledakan pada hari Minggu. -Helu menjelaskan bahwa tindakan teroris biasanya menggunakan bahan peledak, yang dapat membahayakan warga di dekat lokasi ledakan. -Reading: Polisi akan memeriksa CCTV di dekat lokasi di mana ledakan terjadi di Menteng, Jakarta Pusat – ketika ledakan ditutup, itu sekecil petasan. Dia menjelaskan: “Jika kita sampai pada kesimpulan bahwa karena dampak lemah, tidak ada cedera, kaca tidak pecah, dan ban bocor bersama karena masuknya ban, itu adalah bahan peledak yang lemah,” jelasnya.

Sejauh ini, polisi masih memeriksa saksi dan televisi sirkuit tertutup di tempat, dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terkait dengan bahan peledak.

Alasan mengapa polisi menemukan bukti dalam bentuk pecahan plastik dan pipa ditemukan di lokasi ledakan.

Baca: Sebuah mobil Pajero alami bocor dari ban yang terkena pipa yang terkelupas akibat ledakan Mentem

“Jika teroris masih mencari korban, dan bahan ini masih menimbulkan bahaya bagi orang-orang di sekitarnya , “Kata Helu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *