Fakta tentang air yang keras, motif kebencian dan pengkhianatan terkenal di bagian pertama novel Basweidan

TRIBUNNEWS.COM – Kasus sulit yang dihadapi oleh penyelidik senior dari Komisi Pemberantasan Korupsi Baswedan (KPK) telah memasuki fase baru.

Sekarang, dua perwira polisi aktif Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis yang didakwa dalam kasus ini sedang dalam persidangan pertama mereka di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (19/3/2020).

Dalam persidangan untuk membaca tagihan, Rahmat dan Ronny diadili secara terpisah tetapi berurutan.

• Dewi Tanjung masih curiga matanya rusak meskipun ada penangkapan aktor dalam novel Baswedan

1. Alasan kebencian, novel-novel ini dianggap sebagai pengkhianatan oleh agen Polri

Penuntutan di tingkat lokal Pejabat Fredrik Adhar, Rahmat dan Ronny termotivasi untuk menyebarkan air keras ke novel karena dianggap mengkhianati institusi Polly . ------------------------------------------------- ------------------------------------------------- ----------------- Rencanakan untuk menyemprotkan air keras ke novel.

2. Terdakwa mengetahui tempat kediaman novel di Internet

Dalam dakwaan yang disengketakan, Ronny dan Rahmat mencari secara online setelah menemukan alamat kepala penyidik ​​KPK. .

Halaman berikutnya ===============>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *