Pelajar yang dianiaya, digunakan oleh orang tua yang ditinggalkan sebagai bagian dari bantuan psikologis

Jakarta TribunJakarta.com reporter Bima Putra melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Trauma dari penganiayaan orang tua, eksploitasi dan penelantaran mempromosikan RPP (12) yang tinggal di Duren Sawit, timur Jakarta, untuk mendapatkan bantuan psikologis. Selama beberapa bulan, ayah kandungnya Abdul Mihrab (40 tahun) dan ibu tirinya Ade Rohmah Widyaningsih (40 tahun) diperlakukan tidak manusiawi. Pemerintah Provinsi Jakarta. “Kantor Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) sedang berjalan. Saya berkoordinasi dengan Satpel PPAPP,” kata Rasikin dalam konfirmasi di Jakarta Timur, Selasa. (28/7/2020). Saya tidak pernah merasa SD bisa sembuh dari trauma dan bisa tertawa lepas seperti teman-teman saya.

Baca: Naeun APRIL akan istirahat sejenak setelah mendapat tekanan setelah dituduh melakukan bullying di sekolah

Terkait koordinasinya dengan S. Atpel PPAPP Jalan Duren Sawit, Rasikina mengatakan bahwa Abdul menjadi RPP setelah tersangka sekarang lebih baik. Dia mengatakan: “Untuk pulih dari trauma, Alhamdulillah, kondisi anak stabil, dan saya akan terus mengawasi anak itu.” Juga dipastikan bahwa anak itu dikelola oleh Satersklim Polest dari Jakarta Timur. Rohmah, yang diidentifikasi Satreskrim Polrestro sebagai tersangka, tidak mengambil alih kontrak dengan alasan apa pun. -Rohmah seharusnya menjadi tersangka sejak diperiksa sebagai saksi dalam kasus Abdul, karena diam saja saat RPP dianiaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *