Dua alasan mengapa banyak calon SIKM Jakarta yang ditolak

Benni Aguscandra, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (PM-PTSP) DKI Jakarta TRKIUNNEWS.COM-DKI Jakarta, mengatakan sebagian besar permohonan perizinan ekspor (SIKM) ditolak.

Dari 6.347 permintaan yang diajukan, Benni dalam siaran persnya menyatakan bahwa layanan PTSP ditolak oleh 67,5% SIKM atau 4.294 pengajuan.

“Kami menolak atau tidak setuju 67,5% dari jumlah SIKM, biasanya karena tidak memenuhi ketentuan yang substantif,” Selasa (26 Mei 2020).

Baca: 68 dari RSU Pulau Galang Dari pasien Covid-19 yang dipulangkan-kantor PTSP menolak permintaan selimut karena dua alasan.

Pertama, banyak calon yang memiliki KTP Jabodetabek dan aktif di 11 dinas yang berwenang.

Kegiatan ini juga dilakukan di Jabodetabek.

Sekalipun kondisinya memungkinkan, masyarakat tidak perlu berurusan dengan SIKM, melainkan hanya perlu mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

PTSP telah menemukan rencana evakuasi dari wilayah etabek Jabod. Masukkan alasan halal untuk kerabat dan berkumpul kembali dengan teman sekolah.

Permintaan ditolak karena kegiatan tidak dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku saat pandemi.

“” Jelas sekali, kedua Benni ini berkata. Selain itu, menurut data WIB dari tanggal 15 hingga 26 Mei 2020, layanan PTSP menerima sebanyak 6.347 permintaan dari SIKM.

4.293 atau 67,5% dari permintaan tersebut ditolak karena dianggap tidak memenuhi proses verifikasi dan Persyaratan perizinan teknologi -Lalu ada 661 permintaan menunggu konfirmasi dari penjamin, 1.213 permintaan disetujui, kemudian SIKM diterbitkan dan 179 permintaan masih dalam proses. Corona.jakarta.go.id, kemudian ikuti petunjuk dan daftar permintaan. Proses dan lampirkan dokumen yang diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *