Satpol PP DKI menghimbau agar dilakukan tindakan tegas terhadap masyarakat yang mengabaikan regulasi kesehatan

Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo melaporkan — TRIBUNNEWS.COM, Wakil Presiden DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyoroti fungsi kepolisian DKI Pramong Praja (Satpol PP) di masa transisi PSBB. Menurutnya, fungsi Satpol PP sebagai pengawas protokol kesehatan kurang berjalan dengan baik. Zita mencontohkan membuka acara bersepe, Minggu (26/7/2020) lalu.

“Koreksinya kecil. Mungkin peran Satpol PP, karena kemarin contoh saya kontrak untuk selisih (CFD), banyak untuk anak muda dan yang tidak patuh,” Zita, Selasa. (28/7/2020) kepada wartawan. Taat dia melihat Satpol PP hanya muncul di TKP, tapi ini tidak berpengaruh.

Petugas yang diberangkatkan tidak berani dan tegas dalam menyerang mereka yang mengabaikan peraturan kesehatan.

Zita mengatakan, petugas Satpol PP yang diutus ke tempat umum tidak hanya bermaksud mendenda pelanggar, tetapi juga aktif memberikan saran dengan memperhatikan ketidaktahuan massa atau masyarakat.

“Menurutku kepercayaan diri itu penting, ya. Ini tidak hanya baik untuk kita, tapi juga percaya diri untuk angkat bicara. Jika ada kerumunan yang diganggu. Tolong jaga jarak darimu, tolong gunakan Peminta. Saya pikir pihak berwenang harus mendorong ini melakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *