Pembayaran ambulans di Dinas Kesehatan DKI Jakarta kini sudah mendukung cashless

Reporter Jakarta Tribunnews.com Danang Triatmojo melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemprov DKI Jakarta melalui badan usaha daerahnya secara resmi menyediakan sistem pembayaran nontunai untuk layanan ambulans darurat DKI Jakarta (AGD). Layanan Kesehatan

— Melalui kerjasama Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Bank DKI, layanan ini dimungkinkan.

Pembayaran dapat dilakukan melalui channel elektronik Bank DKI (seperti JakOne Mobile, virtual account dan bank ATM) Gunakan debit DKI di mesin EDC. Artinya, masyarakat tidak perlu lagi menggunakan uang tunai. “Dengan adanya layanan pembayaran cashless ambulans, masyarakat yang menggunakan layanan AGD tidak perlu lagi menggunakan uang tunai, karena uang tunai dapat menjadi sarana virus Covid-19 dalam pandemi Covid-19 saat ini.” Herry Djufraini dari Bank DKI melunasi Gaji dan Credit Line dalam siaran persnya, Selasa, 21 Juli 2020.

Baca: Wakil Bupati Lumajang Geram, Ambulans di Desa Pakai Angkutan Kambing, — -Melalui layanan dukungan yang berbeda, Bank DKI berhasil meraih predikat Banking Service Excellence Monitor (BSEM) tahun 2020 yang diterbitkan oleh majalah “Infobank”.

Dari segi channel yaitu penilaian satpam, ATM, customer service, telpon cabang, ATM cabang, dan pengalaman praktek operasional cabang, Bank DKI mendapat skor 100% untuk kategori ATM-the Skor tersebut tidak jauh berbeda dengan tampilan e-banking. Pendapatan Bank DKI adalah 80,06%.

“Menurut kami, Bank DKI bukan hanya sebuah comme. Dia menyimpulkan itu badan rasial, tapi bagian dari rta rta DKI Jaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *