Terdakwa kasus pelecehan seksual di Gereja Depok dituntut dengan pasal ganda dan diancam hukuman penjara selama 20 tahun

TRIBUNNEWS.COM-Senin (5/10/2020) persidangan pertama kasus kekerasan seksual terhadap banyak anak digelar di Gereja Herkulanus Depok, Jawa Barat.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri Depok, semula dijadwalkan membacakan dakwaan Jaksa Agung

Pengacara korban Azas Tigor Nainggolan mengungkapkan, terdakwa SPM belum menanggapi dakwaan. Kejaksaan Kejaksaan Negeri Depok menggugat sejumlah SPM kepada SPM.

“Pertama-tama, SPM yang bertanggung jawab atas Pasal 76e Undang-Undang Nomor 35 Republik Indonesia bertanggung jawab atas Pasal 82 ayat 2, digabung dengan Pasal 65 ayat 1 KUHP. Dalam buku” Perlindungan Anak “2014,” kata Tigor Beritahu Tribunnews.com pada Senin malam.

Baca: Apakah itu alasan mengapa banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak masuk dalam landasan hukum?

Kedua, Mahkamah Agung Rakyat dituntut berdasarkan Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014, dan Pasal 65 ayat 1 KUHP. Tigor melanjutkan: Ketiga, SPM dijerat dengan Pasal 292 KUHP terkait Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Tigor juga menyatakan bahwa SPM dapat terancam hukuman 20 tahun penjara. Tigor Mengatakan: “Menurut persyaratan Pasal 65 KUHP, terdakwa memiliki ancaman 15 tahun dan 5 tahun, dan karenanya ancaman 20 tahun. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *