Tangan warga Polandia diinterupsi oleh pemukulan pengunjuk rasa terhadap berlakunya UU Ketenagakerjaan

Laporan reporter TribunJakarta.com Ega Alfreda-TANGERANG TRIBUNNEWS.COM-Tiga orang polisi dari Polda Metro Tangerang terluka usai aksi anarkis di Jalan Daan Mogot, Tangerang, Kamis (8/10/2020). — Protes anarkis awalnya menolak undang-undang bus terintegrasi Cipta Kerja pada massa di Tangerang yang ditangkap polisi dalam perjalanan ke Jakarta. Imam Santoso dan Briptu Indah Nurmala.

“AKP Digantoro Kanit Sat Sabhara menderita sakit punggung, pinggang lecet, kelingking kiri dan lutut,” kata Sugeng kepada Mapolres Tangerang Kota, Rabu (14/10/2020).

Lihat juga: Polisi memiliki beberapa batu di saku mereka untuk digunakan massa menggunakan Demo untuk membuat pernyataan hukum ketenagakerjaan

Dirgantoro terluka karena dia ditendang oleh salah satu pengunjuk rasa dan melukai perutnya — Kemudian dipukul dengan benda tumpul ke arah itu dan melukai tangan kirinya.

Kemudian Imam Santoso terluka di bagian perut akibat tendangan dari seorang demonstran. Yang paling parah cedera adalah Briptu Indah Nur Amalia, yang mengalami patah siku kanan.

Sugeng melanjutkan, tidak hanya itu, Indah juga mengalami luka lebam di lutut kanannya. Serta nyeri tulang kiri dan di berbagai bagian tubuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *