Umat ​​Islam diimbau untuk tidak memprovokasi Tangerang karena vandalisme, tapi tetap waspada

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras pemuda S (18) karena melakukan perusakan di Ruang Sholat Pasar Kemis Tangerang pada Selasa malam (29/9/2020). MUI yakin langkah ini dapat membuat marah umat Islam.

“MUI mengecam keras siapa pun yang melakukan perusakan tempat ibadah, terutama masjid atau mushola,” kata Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2020). Hal ini terjadi pada bulan September, ketika masyarakat Indonesia masih dirugikan oleh kekejaman PKI terhadap umat Islam pada tahun 1965, dimana masyarakat Indonesia merenggut nyawa ribuan WNI yang tidak bersalah, dari Santri hingga masyarakat sipil, Kiya, masyarakat. Pimpinan dan perwira militer, ”sambungnya. Muhyiddin .

Muhyiddin mengimbau agar pelaku diadili sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Selain itu, ia meminta kepada aparat agar tidak menyederhanakan kasus tersebut. – << MUI menghimbau agar pelakunya ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku di Republik Indonesia Seharusnya aparat penegak hukum tidak terlalu menyederhanakan atau meremehkan kasus tersebut dengan alasan pelakunya sakit jiwa. Katanya .

Dia menghimbau untuk tidak membuat marah umat Islam. Namun, umat Islam juga diimbau untuk tetap waspada. Begitu pula sama sekali tidak mungkin membuat marah umat Islam dan bangsa Indonesia dan mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah ini. MUI juga mengimbau umat Islam untuk waspada dan terus menjaga kontak dengan pemerintah daerah untuk menjaga keadaan. Jaga keamanan dan kendalikan, ”imbuhnya. Bupati Tangerang Kemis ramai di media sosial.

Karya penulis S berisi komentar provokatif.

S tidak hanya tulisan-tulisan yang provokatif, tetapi juga menghancurkan berbagai media pemujaan Darussalam Mushala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *