Solusi untuk mengatasi limbah sungai dan menggunakannya sebagai sumber energi alternatif

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) adalah penggagas rencana konversi limbah sungai menjadi energi dalam bentuk briket / partikel, yaitu Gerakan Sampah Bersih Sungai Ciliwung (TOSS-GCB). — Pelet / partikel dapat digunakan sebagai bahan bakar harian untuk menggantikan minyak tanah atau bahkan gas minyak cair, yang keduanya memenuhi kebutuhan kios di industri yang menggunakan boiler (seperti pabrik tekstil, pupuk, dan pembangkit listrik).

Secara khusus, rencana tersebut bertujuan untuk mengubah limbah di sungai menjadi listrik dan menggunakan produk akhir sebagai gas sintesis (syngas) sebagai target bagi masyarakat di sepanjang Sungai Qiliong, yang dapat menggantikan pembangkit listrik Mesin / diesel .

Listrik yang dihasilkan dari unit instalasi TOSS-GCB akan digunakan untuk menggerakkan motor pompa dan memurnikan air sungai, sehingga dapat memenuhi kebutuhan berenang, mencuci dan toilet (MCK). Tujuan utama dari rencana ini adalah berusaha untuk meningkatkan kualitas air sungai dan mengembalikan fungsi air sungai sebagai bahan baku air murni.

Ini dapat dicapai dengan menyalin perangkat TOSS-GCB, lokasi Komunitas Ciliwung Care (KPC), sehingga mereka memiliki fasilitas MCK, dan memproses dan menggunakan limbah di sekitarnya sebagai elektronik energi untuk mengoperasikan instalasi TOSS GCB.

Baca: Album Kisah Kelahiran DONAL BEBEK, kegiatan hiburan keluarga Indonesia berusia 44 tahun — TOSS-GCB adalah rencana kerja sama antara GCB dan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan; Pemerintah Provinsi Jakarta DKI; PT PLN ( Persero), yaitu PT Indonesia Power; sebuah perusahaan milik daerah melalui PDAM DKI Jakarta; PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) dan startup rantai nilai pasokan energi terbarukan baru bernama comestoarra.com.

Rencana tersebut diprakarsai oleh Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Pencemaran dan Penghancuran Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Lingkungan, Bpk. Karliansiah (MR Karliansyah), 27 Juni 2020.

Peni Susanti, Ketua GCB, GCB bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan dan melindungi aliran Sungai Ciliwung. Organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 1989 juga harus menjadi alat pendidikan. Pariwisata di seluruh komunitas (wisata edukasi), terutama di DAS Qiliong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *