Operasi Tibmas di pemukiman, Satpol PP DKI Jakarta melanggar topeng

Laporan wartawan Tribunnews.com Danang Triatmojo-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Satpol PP Jakarta akan melaksanakan Operasi Tibmas atau biasa disebut Tertib Topeng, untuk menggantikan operasi OK Sobat yang terjadi sebelumnya. Satpol PP DKI kali ini memprioritaskan penuntutan atas pelanggaran penggunaan masker.

Dalam operasi ini, personel Satpol PP tidak lagi fokus di kawasan jalan raya, melainkan menjangkau kawasan pemukiman.

Objek tindakan adalah orang yang tidak bertindak. Pakai masker, pakai masker tapi jangan pakai masker, atau pakai masker, tapi tidak hanya di dagu Anda. Pengoperasian akan dimulai malam ini hingga akhir masa transisi PSBB.

“Hari ini kami beri nama operasi Tibmas (yang memesan masker). Kenapa dipesan? Karena target kami adalah orang yang tidak memakai masker, mohon dibawa.” Satpol PP DKI Arifin saat ditelpon melalui telepon, Jumat Dalam rapat tersebut disebutkan, Jumat (7/8/2020) akan meningkatkan kewaspadaan Covid-19 di Balaikota DKI Jakarta Pusat. — Baca: Jangan Denda 3 Juta Rupiah Pakai Masker di Malaysia-Arifin menegaskan, warga yang bekerja di jalan harus menindak pengguna motor atau mobil yang mengabaikan masker tanpa ragu. .

Karena telah terjadi beberapa kali kecelakaan di tempat kejadian, ternyata personel Satpol PP diremehkan saat melakukan tindakan terhadap pengguna kendaraan roda empat. -Baca: Mendapatkan Rp dari tunggakan pembayaran dari PSBB, Kapolres Jakarta. 2.4 B: Kami tidak bangga melakukan tindakan dalam banyak tindakan. Orang- “Seseorang ada di dalam mobil, dan mengejar topeng selalu memakan waktu n kali. Ini dilakukan. Karena Anda harus keluar rumah dengan topeng. Arifin menyimpulkan: “Kalau pakai mobil, harus pakai topeng,” tegasnya.

“Aku berikan padaku agar perburuan bisa dilakukan tanpa ragu. “

Menurut data, pada masa transisi PSBB, terdapat kasus penggunaan masker secara ilegal — Ringkasan Data Sejak 5 Juni 2020 hingga 3 Agustus 2020, sedikitnya 62.198 orang melanggar ketentuan penggunaan masker. Paling banyak, 6.811 orang menerima denda administratif, sementara yang lain memilih sanksi sosial.Denda yang dipungut dari pelanggaran topeng berjumlah Rp 1.007.560.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *