Stasiun Metro Capoda: 1.192 pengunjuk rasa menentang hukum untuk menciptakan pekerjaan yang aman, sebagian besar siswa

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pol Nana Sudjana, Inspektur Jenderal Kepolisian Daerah Metro Jaya, mengatakan pihaknya telah menarik 1.192 peserta untuk memprotes undang-undang penciptaan lapangan kerja di ibu kota. 8/10). Undang-undang yang menolak penciptaan lapangan kerja telah menyebabkan kekacauan di banyak daerah di Indonesia, termasuk di Republik Demokratik Jakarta.

Nana mengatakan dari 1.192 pengunjuk rasa yang ditahan, sebagian besar adalah pelajar. – “Ngomong-ngomong, kita harus pastikan ada sekitar 1.192 pengunjuk rasa. Kita terdiri dari 166 mahasiswa lalu 570 mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa, kemudian 161 pekerja, dan 295 lainnya,” kata Nana. , Sabtu (10/10/2020) di RS Polri Klamath Jati Jakarta Timur.

Baca: Dampak Kerusuhan terhadap Penolakan UU Cipta Kerja, Masih Ada 6 Anggota Polri dan 4 Warga di RS Polri

Diantara seluruh pengunjuk rasa yang dijaga Polda Metro J, kata Nana, di antaranya 1.057 orang diizinkan masuk kembali di rumah.

Pada saat yang sama, dia mengatakan bahwa 135 orang lainnya masih menyelidiki kerusuhan selama protes.

“Sampai tadi malam, kami sudah memecat sekitar 1.057 orang. Orang. Masih ada 135 orang dalam proses pendalaman terkait peran anarkisme,” jelasnya.

“Jadi sampai saat ini kita masih menyelidiki, baru kita akan menyelidiki kerusakan yang telah terjadi. Jadi, untuk sementara bisa kita sampaikan.” Tambah Nana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *