Jam malam di Depok: Pedagang kecele yang baru buka setelah Maghrib bilang tutup lagi

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kebijakan WIB yang membatasi aktivitas warga hingga pukul 20.00 akan berlaku di Kota Depok pada Senin (31 September 2020). Meski begitu, kebijakan ini masih belum memiliki payung hukum.

Malam ini, Satpol PP Depok juga langsung mendatangi Jalan Raya Margonda dan mengimbau masyarakat yang masih aktif bersosialisasi. -Tidak hanya membatasi aktivitas penduduk, pengoperasian toko, restoran, restoran, perkantoran, dan tempat kerja lainnya hanya dapat beroperasi sebelum pukul 18:00. WIB .

Perlu diketahui, kebijakan ini diambil untuk mengendalikan penyebaran dan peningkatan Covid-19 di Kota Depok, dengan jumlah kasus positif yang diketahui mencapai 2.210 kasus. : Jam malam mulai hari ini di Depok, dan kafe-kafe toko hanya buka sampai jam 18.00

Dalam kegiatan bakti malam ini, masih banyak restoran, bahkan toko-toko buka setelah jam 18.00. WIB-Sebagian besar pelaku usaha mengaku tidak mengetahui kebijakan yang membatasi aktivitas warga.

Baca: Depok Memberlakukan Jam Malam, Begini Penjelasan Kontingen Covid-19 Bagi Karyawan yang Pulang Malam

Seperti Kardinah, Ia Pedagang Ketoprak di Jalan Raya Margonda, dan Diakui Hanya Karena Organisasi Sosialisasi Tiongkok telah mempelajari politik. malam ini.

Bagi wartawan, Kardinah yang sudah bernegosiasi sejak 2015 mengaku kebijakan ini cukup berat baginya.

“C ‘juga susah banget, apalagi karena saya jual malam,” kata di Jalan Raya Margonda, Senin malam (31/8/2020).

Kardinah mengatakan dia berharap kebijakan ini akan semakin merusak pendapatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *