Kisah Perawat Keluarga Atlet yang Tak Bisa Buka Puasa Bersama Keluarganya Bahkan Harus Merawat Pasien Covid-19

TRIBUNNEWS.COM-Perawat yang mengidap virus corona termasuk salah satu masyarakat yang tidak bisa menikmati lebaran di rumah bersama keluarganya.Mereka tetap harus bekerja di rumah atlet.

Idul Fitri atau Idul Fitri biasanya dirayakan di rumah bersama keluarga. Makanan yang sangat khas selama hari raya Muslim. –Tapi semuanya pasti berbeda tahun ini.

• Untuk melawan stigma negatif, komunitas punk membagikan makanan dan menyumbangkan pakaian yang dapat dipakai untuk mahkota korban

• Rumah sakit penularan virus yang populer ini meminta RDP untuk biaya otopsi korona PDP sebesar RDP 3 juta. Ini semua fakta-terutama dalam konteks wabah global virus corona saat ini. Selain itu, pemerintah melarang masyarakat kembali ke kampung halamannya.

Apalagi bagi para dokter yang masih perlu bekerja untuk merawat pasien virus corona.

Salah satu kisahnya dibagikan oleh perawat Wisma Atlet Kemayoran.

Lihat kisah lengkap Annisa Walidat us Sholihah (26). –Halaman berikutnya – => ================>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *