Saat pandemi Covid-19, Sekda DKI Jakarta memastikan gaji PJLP tidak berkurang

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah memastikan selama pandemi Covid-19 pun gaji para Penyedia Jasa Perorangan (PJLP) DKI Jakarta lainnya tidak akan dipotong. -PJLP DKI Jakarta, seperti Petugas Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) atau Orange Force, Blue Force of Water Services Agency (SDA), Green Force of Environment Agency (LH), White Force of Ministry of Industry and Energy (PE ).

“Kenapa (tidak ada pengurangan gaji)? Karena patokannya upah minimum pun ada rumusnya,” kata Saifula saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/5/2020). -Menurut Saefullah, pekerjaan dan tanggung jawab PJLP sangat penting dan berat. Apalagi saat pandemi Covid-19.

“Menurut koefisiennya, (tambahan) Rp. 1,2 juta, Rp. 1,3 juta, karena di Bantar Gebang ada operator alat berat, jadi risikonya tinggi, katanya:” Keterampilan ini dibutuhkan. koefisien. Selain itu, upah PJLP tidak turun karena terkait dengan ekonomi padat karya atau usaha kecil menengah (UKM). — “Tidak semuanya dipotong karena sama dengan padat karya. Terimalah donasi dari seluruh wilayah DKI kepada masyarakat. Nanti akan digunakan untuk kebutuhan masyarakat guna kelancaran bisnis. ”Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa TKD PNS dikurangi 25% dan dialihkan ke Covid- 19 warga yang terkena dampak anggaran bantuan sosial (bantuan sosial). 25% tertunda.

“25% dari sumber daya telah dialokasikan untuk memastikan bahwa anggaran bantuan sosial dan 25% berikutnya telah ditunda untuk Covid -19 Penanganan darurat, ”kata Anies dalam video yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI di Jakarta, Jumat (29/5/2020) lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *