Cermati Agus Pambagio: Soal penyebaran Covid-19 di angkutan umum, jangan salahkan KCI

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan tidak selalu memaksakan penyebaran Covid-19 pada angkutan kereta api (KA). Menurut Argus, KA, khususnya kereta api listrik (KRL), masih menjadi penyebab penyebaran Covid-19, dan disebut-sebut menjadi masalah jumlah penularan. — “Misi KRL Indonesia Komuter (KCI) yang dikelola PT Kereta adalah menyediakan layanan angkutan umum, namun selalu menjadi tujuan pemerintah daerah terkait Covid-19.” 2020) dalam diskusi online. Argus melanjutkan, pada Covid-19, transportasi menjadi persoalan hilir. Namun, tampaknya KCI yang menjalankan KRL masih disalahkan dan disalahkan. — Baca: Penurunan Pendapatan, Manajemen Permintaan Penyesuaian Harga KRL Jalur Pinggiran Kota- “Kalaupun ada pelaku komersial ke pemerintah daerah terkait hulu Covid-19. Ini patut disalahkan,” Argus Mengatakan.

Argus mengatakan, masalah kepadatan KRL juga terkait dengan jam kerja perusahaan dan pegawai pemerintah yang selalu mewajibkan karyawan untuk mencapai jam 8 pagi

Baca: Perselisihan tentang Geprek Ayam Bensu semakin parah. Pihak kubu Ruben Onsu mengaku masih bisa menggunakan spidol, “Ini masalah kalau semua orang datang jam delapan pagi. Misalnya orang-orang di Bogor yang bangun jam enam pagi. Kata Argus. -Argus mengatakan, Pemda tidak bisa menghubungi perusahaan yang masih bekerja karena Kementerian Perindustrian sudah mengeluarkan surat pemberitahuan yang meminta diberlakukannya pembebasan kegiatan industri .— Baca: Bagian dapur ini juga dipakai Ruben Onsu untuk mendapatkan Geprek Sujono Resep ayam- “KCI itu basis transportasi Jabodetabek. Jika tidak ada regulasi yang mengatur untuk membantu KRL ini, bisa menyebabkan virus menyebar luas,” kata Argus. Untuk mengatur jam kerja, lanjut Argus, tidak ada lagi penumpang yang berkumpul di angkutan umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *