Ternyata jam malam tersebut tidak dibarengi dengan sanksi bagi pelanggar

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK-Kebijakan “pembatasan aktivitas warga” yang dinilai mirip dengan jam malam Depok masih dalam tahap sosialisasi – Walikota Depok Mohammad Idris belum mengeluarkan peraturan resmi terkait kebijakan tersebut. Aturan penerapan kebijakan jam malam di Depok hanya berupa surat edaran tanpa sanksi.

Lienda Ratnanurdianny, Manajer Satpol PP Depok, setuju. Sebagai pengawal utama yang mengawasi kebijakan pemerintah, pihaknya memastikan tidak ada sanksi yang dijatuhkan pada jam malam. Lienda mengatakan kepada wartawan pada Senin malam (31 Agustus 2020). “Kami berharap ada kegiatan sosial dua hari lagi,” imbuhnya. Biaya pertokoan, pusat perbelanjaan, supermarket dan mini market dibatasi hingga pukul 18.00 WIB.

Membaca: Pada jam malam, pusat perbelanjaan Depok tutup pada pukul 18.00 WIB – selain itu, aktivitas warga dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. -Lienda mengakui bahwa dia tidak dapat menentukan kapan kebijakan jam malam akan berdampak hukum.

“Hanya mensosialisasikan dulu, baru menilai tingkat kepatuhan masyarakat. Apakah peraturan ini ditaati atau perlu ditingkatkan adalah tuntutan atau sanksi lainnya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *