Aktivis merespons karyawan Starbucks menggunakan CCTV untuk mengintip video viral pengunjung

TRIBUNNEWS.COM-Solidaritas perempuan tunggal dan aktivis hak asasi manusia (SPEK-HAM) Fitri Haryani (Fitri Haryani) merespons karyawan Starbucks yang menonton video pengawasan video video pengawasan video. Meskipun menggunakan media, kekerasan seksual telah terjadi.

“Saya melihat ini bagian dari perilaku pelaku pelecehan seksual, bahkan jika salah satu media menggunakan kamera, itu juga merupakan bagian dari kekerasan seksual.” Jumat (7/3/2020) Tribunnews.com.

Kepala departemen pencegahan dan manajemen kekerasan (PPKBM) berbasis komunitas SPEK-HAM percaya bahwa korban tidak memiliki niat untuk mengekspos bagian tubuhnya. — Namun, pelaku sengaja menyalahgunakan teknologi untuk melecehkan wanita itu.

“Saya yakin wanita itu tidak berniat mengekspos tubuhnya.” Fitri berkata: “Sepertinya karena kamera CCTV di atasnya, pengambilan objek secara otomatis akan menjadi berbeda.” “Kamera CCTV digunakan untuk pencegahan. Kegiatan dan pengawasan perilaku kriminal, tetapi dia menambahkan. “Oleh karena itu, Fitri mengevaluasi pelaku untuk kekerasan seksual terhadap para korban. Menurutnya, seperti yang dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia, kekerasan seksual adalah segala tindakan seksual atau organ seksual yang menargetkan orang lain dengan paksaan atau ancaman tanpa persetujuan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *