Pemprov DKI mewajibkan jam kerja 24 jam atau genap di semua jalan di Jakarta

Jakarta-DKI TRIBUNNEWS.COM Pemerintah Provinsi (Pembrov) DKI Jakarta akan mengkaji penerapan sistem paritas selama 24 jam sehari.

Tidak hanya di 25 jalan, tetapi juga di semua ruas jalan. — DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), mengatakan transaksi paritas bisa dilakukan sepanjang hari dengan mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 (Pergub) tentang pelaksanaan regulasi angkutan sosial skala besar. Batasan selama transisi menuju masyarakat yang sehat, aman dan produktif. Syafrin mengatakan: “Benar, seperti diberitakan kemarin, jadi kita bisa menerapkan rencana pelaksanaan 24 jam. Ke depan kita akan melakukan penelitian, termasuk semua mobil, tidak hanya mobil, tapi juga sepeda motor.” (8 September 2020) ).

Baca: KCI: Jumlah penumpang di KRL tetap stabil akibat diberlakukannya angka genap dan ganjil.Selain itu, Syafrin menjelaskan, rencana pelaksanaan 24 jam genap ganjil itu kemudian mengacu pada 10 Agustus 2020. Evaluasi dan evaluasi sanksi hukum bagi ganjil genap dimulai.

Indikator akan dilihat dari kondisi paritas dan pelanggarannya. Jika ternyata sanksi sudah dijatuhkan, namun masih banyak pelanggaran, dan karena jumlah mobil pribadi tidak berkurang dan kondisi jalan masih sangat padat, maka kajian ini akan dimulai. -Bahkan mulai 3 Agustus 2020 sudah dipakai lagi di 25 ruas jalan, namun belum langsung kena sanksi hukum. -Polisi terus menunjukkan toleransi melalui jejaring sosial selama lima hari ..-) .

Katanya: “Dalam operasionalnya, progresnya akan langsung diawasi, tentunya kapan, bagaimana, dan tentunya segala sesuatu yang dalam proses evaluasi akan dilakukan. Review, dan frameworknya sudah ada di Pergub 51 tahun 2020. “— Artikel ini dimuat di Kompas.com dengan judul” Situasi Ganjil Terjadi di Semua Jalan di Jakarta 24 Jam Sehari “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *