THR Diduga Kasus Korupsi, Polda Metro Jaya Saksikan 15 Pejabat UNJ dan 1 Riset, Kementerian Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Liputan Tribunnews.com Igman Ibrahim-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Polda Metro Jaya kembali mengajukan pengaduan atas dugaan suap uang hari raya (THR) antara pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Negeri Jakarta. (UNJ) .

Kali ini polisi kembali memanggil banyak saksi.

Humas Polda Metro Jaya Polsek Kombes Yusri Yunus mengatakan, penyidik ​​kembali melakukan klarifikasi terhadap tujuh orang. Dipengaruhi oleh “Operation to Grab” (OTT) Komite Pemberantasan. Korupsi (KPK). -Yusri mengatakan kepada wartawan, Jumat (29/5/2020): “Kemarin kami melakukan klarifikasi lebih lanjut kepada ketujuh yang awalnya dirilis. Selama ini, mereka harus melapor karena dugaan tersebut. Masih dalam penyelidikan. “) .

Bacaan: Tidak ada penerbangan dari Bandara Hang Nadim di Batam hari ini

Bacaan: Lirik Sour Candy dinyanyikan oleh Lady Gaga dan BLACKPINK dengan video musik

Baca: Remaja Catat Jumlah Detik Kematian Meninggal George Floyd (Floyd) Terinjak-injak Polisi dan Merasa Trauma-Bacaan: Kemarin, PTSP DKI Jakarta Keluarkan 1422 SIKM dan Ditolak 4.550 Permintaan-Selain Itu, dari Khusus Penyidikan Polda Metro Jaya, penyidik ​​Badan Reserse Kriminal Tipikor (Tipikor), juga memanggil banyak saksi lain. — Termasuk pegawai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdi kti) dan 15 pejabat UNJ.

“Pertanyaan dari pegawai menteri UNJ kita klarifikasi. Pemeriksaannya kita klarifikasi. Ada 15 orang yang mengikuti rapat pimpinan nasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *