Polisi mengunjungi rumah keluarganya di bandara untuk mengganggu dan memeras dokter tersebut

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Seorang dokter berinisial EFY diduga melakukan pelecehan seksual dan pemerasan terhadap penumpang pesawat LHI (23). Menurut laporan, pelaku melarikan diri sebelum kasusnya muncul. Kapolres Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah memeriksa keberadaan pelaku di ruang tunggu di Jakarta. Namun, diyakini pelaku telah meninggalkan tempat kejadian.

Kemudian polisi mendatangi rumah pelaku. Menurut Yusri, tersangka juga tidak ada di sini.

“Kami masih mengejar orang yang bersangkutan karena kami check in di kos yang tidak dia tinggali. Kami cek di mana keluarganya. Bukan di sana,” kata Yusri kepada Poda. Jakarta Metropolis tidak akan pernah lagi Kamis (24/9/2020).

Yusri berharap EFY dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya, dan akan melakukan penyidikan di Polsek Bandara Soetta. Para pihak tidak ingin memasukkan tersangka dalam daftar buronan. (DPO) .

“Ia berharap agar personel terkait dapat bertanggung jawab atas tindakannya di Polres. Kami berharap personel terkait bertanggung jawab atas tindakannya. Selama ini kami belum bertanggung jawab terhadap DPD.” .— -Sebelumnya diberitakan bahwa Polisi Bandara Soetta (Soetta) menunjuk dokter tersangka berinisial EFY. EFY diduga memeras dan melecehkan penumpang pesawat di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten. Hal ini dibenarkan Kepala Bareskrim Polsek Bandara Soekarno Hatta AKP Alexander Yurikho AK .

Baca: Kimia Farma membakar seorang dokter di Bandara Soetta, yang diduga melakukan pelecehan dan pemerasan.

Menurut dia, keputusan tersangka diambil setelah polisi menggunakan inisial LHI (23) di rumah korban. Bali- “Ya, dia tersangka,” kata Alexander Yurikho saat dihubungi, Selasa (22/9/2020).

Alexander mengungkapkan bahwa status kasus juga telah dipindahkan dari satu investigasi ke investigasi lainnya. Dalam kasus ini, korban juga memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut.

“Kesimpulannya adalah korban telah membuat laporan dan telah mengumpulkan intelijen. Kasus ini telah diselidiki.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *