Mantan istri kedua Anofial Halilintar, Happy Hariadi, mengatakan pernikahan dini itu tidak adil

TRIBUNNEWS.COM-Mantan istri kedua Anofial Halilintar, Happy Hariadi mengatakan, sejak pernikahan dimulai, belum ada keadilan.

Happy Hariadi pun membantah tudingan meninggalkan ayah Atta Halilintar saat jatuh miskin. Dalam penjelasannya, Happy bahkan menyatakan tidak pernah diperlakukan adil sebagai istri yang berpoligami sejak menikah pada 1998. -Baca: Dituduh Menceraikan Ayahnya Saat Atta Halilintar Miskin, C’is Selamat Hariadi Bela

Bacaan: Akui Selalu Sibuk, Ayah Atta Halilintar Tak Mendampingi Happy Hariadi Saat Melahirkan Said: “Saya ingin mencari tahu apa yang dia (katakan) tinggalkan ketika saya masih miskin. Padahal, karena pernikahan, peradilan awalnya adalah tu. Sebelum saya mengajukan gugatan cerai, saya tidak pernah melakukannya.” Senin (21/9/2020) ) Setelah Hariadi dari Polres Metro Jakarta Selatan menikah, Hariadi yang bahagia merasa haknya sebagai istri tidak ditopang oleh tubuh dan pikiran.

“Kami tidak bekerja keras untuk memberi saya dukungan fisik dan mental. Kami diabaikan.” Dia berkata.

“Siapa yang meninggalkan siapa. Bahkan, dia meninggalkan saya orang pertama.” Dia berkata. Ayah Halilintar Datangi Polisi. Selamat Hariadi Tak Mau Muncul Suara-Baca: Ini Kata Bahagia Hariadi, Istri Kedua Ata Halilintar Sebelum BAP-Anofial Halilintar Mencoba Menyerahkan Dokumen Hubungi dia. Mengajukan pengaduan ke Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan melapor ke Polda Metro Jakarta Selatan.

“Iya, setelah berbisnis dengan LPAI, silahkan coba menghubungi kami. Tapi meski begitu, dia tidak mendengarkan secara langsung. Seharusnya dia datang dan peluk anaknya. Tapi ini tidak,” jelasnya.

Sebagai referensi, kuasa hukum Anofial Halilintar pernah mengatakan bahwa Happy Hariadi meninggalkan mantan suaminya saat ia jatuh miskin.

Anofial menyampaikan ini. Dia telah dibebaskan sejak 2019.

Artikel itu dimuat di Wartakotalive dengan judul “Kabar Bahagia Haryadi Membantah”. Ia meninggalkan Halilintar Anofial saat ia masih miskin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *