Mantan TKI itu memperkenalkan apa yang disebut Yusuf Mansur sebagai sidang gagal bayar

Laporan wartawan Tribunnews.com Bayu Indra Permana-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kelanjutan persidangan in absentia dengan terdakwa Ustaz Yusuf Mansur, Selasa (22/9/2020) di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten Diadakan.

Dalam persidangan ini, penggugat memberikan saksi kepada mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Mia Aristi atau Helwa Humaira yang diduga menjadi korban promosi investasi oleh Ustaz Yusuf Mansur. Bya mengungkapkan, Helwa adalah orang yang diminta Ustadz Yusuf Mansur untuk mencari investor di Hong Kong.

“Kami perkenalkan seorang saksi, Ms. Mia Aristi, yang memahami peran Ustaz, yang menyediakan dan menjual rencana investasi. Ini adalah pekerja imigran dari Hong Kong yang pernah ke sana dan memberikan (investasi), Ini topik saat ini. Mengenai perselisihan, “kata pengacara itu. Setelah penggugat Asfa Davy Bya diadili di Pengadilan Negeri Tangerang.

Baca: Tepis News Katanya Sudah Mati, Ustaz Yusuf Mansur Ungkap Mimpi dan Harapannya- “Saksi itu Pepatah Ustaz yang Terkenal dan Terkenal. Dia pemimpin bintang di Hong Kong. Dia pernah mengundang Investasi jemaah, ”lanjutnya. -Helwa Humaira kemudian memaparkan awal pertemuan dengan Ustadz Yusuf Mansur pada tahun 2014. Juru Bicara.

Baca: Ustaz Yusuf Mansur (Ustaz Yusuf Mansur) memberikan kesempatan kepada penggugat untuk membuktikan kerugiannya sebesar Rp5 miliar sesuai permintaan-kemudian diminta Ikuti Ustaz untuk berinvestasi dan mintalah untuk mencari investor lain. Dia menjelaskan investasinya. Bangun hotel di Jogja. Dia juga menawarkan untuk menghabiskan 21 hari berlibur di Jogja, jadi saya diminta untuk mencari investor. Usai ikut investasi, Helwa berkata, “Saat kami ke Yogya belum lagi bangunannya, tanahnya sudah tidak ada lagi.” “Kami sedang mencari solusinya, karena sepulang dari Indonesia kami tidak bisa menemukan solusi. Selain itu kami juga tidak Terima sertifikat apa saja, ” ujarnya.

Sebagai referensi, Ustaz Yusuf Mansur saat ini digugat oleh lima investornya, Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Sri Wahyuni, dan Isnarijah Purnami .— -Pemohon berkeyakinan dirugikan dalam melakukan investasi pembangunan Kondotel Moya Vidi di Yogyakarta dan Tangerang Siti Hotel di Banten dari tahun 2013 hingga 2014. Nomor registrasi gugatan adalah 211 / Pdt.G / 2020 / PN Tng. Tanpa ragu-ragu Jumlah gugatannya cukup besar, yakni Rp 5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *