Kantor kejaksaan tampaknya menjadi patokan, dan lembaga penegak hukum Jerrings muncul kembali di pengadilan

Denpasar TRIBUNNEWS.COM-Pengacara Jerinx Sugeng Teguh Santoso kembali menyatakan masih menentang sidang online. Menurut Sugeng, kasus Jaksa Pinangki merupakan patokan.

Menurut Sugeng Teguh Santoso dari Jakarta, hanya kebijakan PSBB yang berada di zona merah, menurut Sugeng, uji coba offline bisa dilakukan. Sugeng di depan persidangan mengatakan: “Diskriminasi.” Di persidangan, di saat-saat terakhir unjuk rasa, Sugeng Teguh Santoso mengungkapkan alasannya kepada Akademi Hakim. “Saya mohon sidang ini dilakukan secara tatap muka. Sama seperti ketika PSBB di Jakarta ada zona merah, sidang kuasa hukum Pinanqi tetap akan menghadirkan terdakwa,” jelas Sugon. — Bacaan: SID Jerinx Minta Penangguhan Penahanan, Hakim: Kami Persingkat Pertemuan Ini – Dalam Siaran Langsung Channel YouTube PN Denpasar, Sugeng Teguh Santoso Minta Tindak Online, Tapi Offline Dilakukan.

Seperti yang kita ketahui bersama, Pengacara Pinangki Sirna Malasari (Pinangki Sirna Malasari) (PSM) menggelar sidang pembukaan perkara korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari Rabu untuk membawa fatwa ke Mahkamah Agung. Kasus pembebasan Djoko Tjandra. (23 September 2020).

Alasan pembatalan dakwaan JPUSugeng Teguh Santoso sebelum dimulainya persidangan memperjelas alasan pemberhentian atau penolakannya terhadap jaksa. – “Makalah sinopsis hari ini, Jerinx dan kuasa hukumnya menyerahkan surat dakwaan jaksa. Kami menolak dakwaan jaksa dan meminta pengadilan membatalkan dakwaan jaksa,” Jokowi Mantan pembaca media tersebut, Selasa (29/9/2020) -beberapa kondisi manajemen pelayanan rumah sakit yang masih belum jelas, sehingga hal-hal inilah yang menjadi alasan Jellinks menolak mengadili kejaksaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *