Tubuh Glenn Fredly dibungkus plastik dan cetak biru dibawa ke aula yang menyenangkan

Report oleh Wartakotalive.com reporter Arie Puji Waluyo —— TRIBUNNEWS.COM-Glenn Fredly meninggal pada hari Rabu (4 April 2020). Mayatnya dikeluarkan dari Rumah Sakit Setia Mitra di Cilandak, Jakarta sekitar pukul 22.30. Waktu indonesia barat.

Di bawah pengawasan City News, sebuah ambulans keluar dari gerbang masuk terpisah di sisi kiri rumah sakit.

Gerbang itu dikawal oleh sekitar lima pria kuat. Mereka meminta tim media untuk membersihkan jalan bagi ambulan untuk mengungsi.

Lokasi tim media tidak di luar pintu. Setelah ambulans turun, seorang wanita duduk di sebelah pengemudi. Sebelumnya-wanita itu mengenakan sweter coklat dengan garis-garis putih. Sebagian wajahnya ditutupi oleh topeng.

Rupanya wanita itu adalah istri Glenn Fredly, Mutia Ayu .

Pada saat yang sama, saya melihat peti mati coklat yang dibungkus plastik

Baca: Glenn Fredly sudah mati, Saykoji: Saya kehilangan orang yang baik – Brankas telah ditempatkan di belakang ambulans. Ada orang rapi yang memakai alat pelindung diri (APD) di sebelah peti.

Baca: Pendukung gerakan hak asasi manusia, selamat tinggal musisi Glenn Fredley Admire Munir

Menurut laporan, keluarga yang tidak mau menyebut namanya mengungkapkan Glenn Fredley (Glenn) Tubuh Fredly diperoleh dari aula eral di salah satu rumah sakit. Dia berkata: “Dilaporkan bahwa kami dibawa ke Paradise Fun Museum Rumah Sakit Sidham di Jakarta.”

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Glenn Fredly berada di Cilandak, Jakarta Rumah Sakit Setia Mitra meninggal setelah menerima perawatan intensif sekitar pukul 18:30 pada hari Rabu (8/4/2020). WIB .

Kami mengetahui bahwa Glenn Fredly meninggal karena meningitis. Ada juga berita tentang virus covid-19 atau korona.

Baca: Glenn Fredly meninggal, Armand Maulana Ragu datang ke aula ritual

Tapi berita ini disambut oleh Asosiasi Artis Indonesia Penolakan ketua. Manajer Nanda Persada (Imarindo) mengatakan selama pertemuan di Rumah Sakit Setia Mitra: “Dia (Glenn) meninggal karena meningitis,” kata Nanda Persada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *