Eca Maresha pecah menjadi pandemi sentral dari virus distribusi makanan Corona, yang menarik perhatian media sosial

TRIBUNNEWS.COM-The Corona Pandemic (Covid-19) mempengaruhi tidak hanya kesehatan tetapi juga ekonomi.

Sedikit orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan mereka karena Corona Prevention Plan-19.

Karena kita suka atau tidak suka, alienasi sosial adalah salah satu cara yang paling cocok untuk memutus rantai penularan virus corona.

Dalam situasi yang sulit seperti hari ini, banyak partai politik berusaha memitigasi partai-partai yang terkena dampak politik.

Salah satunya adalah Eca Maresha, pemilik Maresha Beaute. – Membaca: Ali Syakieb menjadi brand ambassador untuk produk kecantikan

Eca Maresha telah mendistribusikan kebutuhan dasar dan sumbangan topeng kepada para manula dan pemulung di Bandung, Jawa Barat beberapa hari yang lalu.

Mendistribusikan 1.500 paket Eca Maresha. Paket berisi 5 kg beras, tepung, minyak goreng, mie instan, daging kornet, teh, masker dan vitamin.

Baca: Eca Maresha: Prioritaskan kesehatan, kecantikan baru

Baksos yang ditahan oleh Eca Maresha masih mengikuti peraturan pemerintah untuk menjaga jarak sosial.

Untuk menghindari pertengkaran publik dan terus memenuhi standar jarak telepon pemerintah, Eca bekerja sama dengan polisi.

Kerjasama Eca Maresha dengan polisi untuk mendistribusikan produk dalam operasi toko kelontong telah menjadi viral, mengunduh akun gosip Lambe Turah.

Eca Maresha diyakini telah mengambil langkah yang tepat dan memberikan contoh yang baik melalui partisipasi kepolisian Rancasari.

Alasannya adalah bahwa kegiatan distribusi makanan tertentu dalam pandemi virus koron Covid-19 sering membangkitkan keramaian penduduk dan sering mengambil tindakan. -dorongan .

“Ini juga menakutkan ketika ramai. Apa yang sebenarnya ada membuat orang berisiko terkena virus Corona Covid-19,” kata Eca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *