Hakim mengatakan dokter dan mantan pengacara Vanessa Angel tidak bersaksi dan meminta pemeriksaan virtual

Laporan Reporter Tribunnews.com Bayu Indra Permana-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memiliki saksi: dokter Vanessa Angel Maxwadi Maas dan mantan pengacara Vanessa Abdul Malik. Terdakwa Vanessa Angel (Vanessa Angel) diduga memiliki zat psikotropika untuk persidangan lanjutan yang akan ditunda hingga minggu depan.

JPU juga meminta kepada juri untuk memperbolehkan dua saksi memberikan informasi melalui sarana virtual.

Baca: Vanessa Angel Kecewa Mantan Pengacara, dan Dokter Membatalkan Kesaksian di Pengadilan, Pengacara Disebut Depresi

Bacaan: Bibi Ardiansyah Bilang Vanessa Angel Mencoba Eksperimen Baby Blues, Mengutuk Bayi, dan meredakan emosi melalui Xanax– “kata jaksa di ruang sore:” Abdul Malik menelepon dua kali dan diterima oleh personel terkait, tetapi personel terkait mengajukan permintaan. Agar dapat memberikan informasi yang benar-benar memperhitungkan keadaan atau lokasi orang tersebut. Pengadilan Negeri Jakarta. Barat pada Senin (21/9/2020).

“JPU lalu melanjutkan,“ Kami memanggil saksi Maxwadi Maas kemarin sampai Mei, dan dia tidak bisa hadir sampai hari ini karena faktor usia yang bersangkutan sudah 73 tahun. -Sayangnya, tim hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat tidak bisa memenuhi keinginan jaksa untuk mengadili secara virtual. Ya, jadi ini tidak ada hubungannya dengan saksi. Oleh karena itu, jika permintaan itu palsu, tentu tidak bisa kami lakukan, “kata Setyanto Hermawan, ketua majelis hakim.

” Oleh karena itu, majelis selalu memberikan kesempatan untuk menghadirkan saksi fakta yaitu saksi H. Dia melanjutkan: “Abdul Malik dan dokter Maxwadi adalah satu-satunya saksi ahli.” Ada Urabaya, ini lima poin xanax yang dikatakan Vanessa padanya.

Sidang akan dilanjutkan pada 28 September 2020, dengan agenda yang sama yaitu wawancara saksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *